Volubit.id — Memasuki periode 2024–2025, adopsi massal kripto mengalami akselerasi signifikan seiring disetujuinya dan meluasnya produk exchange-traded fund (ETF) kripto dalam waktu yang relatif singkat.
Untuk pertama kalinya, investor dapat memperoleh eksposur langsung ke berbagai aset digital melalui akun broker tradisional, tanpa harus berhadapan dengan wallet kripto, private key, atau exchange aset digital. ETF pun menjadi jembatan penting yang menghubungkan kripto dengan sistem keuangan konvensional.
Investor institusional, yang sebelumnya bersikap hati-hati terhadap akibat ketidakpastian regulasi, mulai mengalirkan dana miliaran dolar ke ETF Bitcoin dan Ethereum hanya dalam hitungan minggu sejak peluncurannya. Dampaknya, harga Bitcoin menembus rekor tertinggi baru.
Usai Gary Gensler tidak lagi menjabat sebagai Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) dan pemerintahan Amerika Serikat (AS) semakin menunjukkan sikap ramah terhadap kripto, para manajer aset melihat terbentuknya momentum emas.
Hasilnya, gelombang pengajuan ETF baru pun bermunculan, mencakup aset seperti Solana dan Ripple, hingga koin meme seperti DOGE, BONK, dan TRUMP.
ETF Bitcoin Spot
Bitcoin telah lama menjadi representasi industri kripto. Namun, pada 11 Januari 2024, posisinya benar-benar naik kelas ketika ETF Bitcoin spot di AS resmi disetujui.
Sebelumnya, sejak 2021, memang sudah ada ETF Bitcoin berbasis kontrak berjangka (futures). Namun, ETF spot menjadi titik balik bersejarah, karena investor kini mendapatkan eksposur ke kepemilikan Bitcoin yang sesungguhnya, bukan sekadar derivatif.
Dalam beberapa hari pertama perdagangan, ETF spot Bitcoin langsung menarik arus dana miliaran dolar. Lonjakan modal ini meningkatkan likuiditas Bitcoin secara signifikan dan mengukuhkannya sebagai kelas aset sah, sejajar dengan komoditas tradisional seperti emas.
Persaingan antar manajer aset pun tak terelakkan. BlackRock dengan iShares Bitcoin Trust sempat mendominasi arus masuk dana di fase awal. Namun, pemain besar lain seperti Fidelity Investments, ARK Invest, dan VanEck juga mencatat inflow signifikan.
ETF Bitcoin spot yang telah mendapatkan persetujuan, di antaranya:

ETH Ethereum Spot
Setelah kesuksesan ETF Bitcoin spot, tonggak besar berikutnya dalam lanskap ETF kripto adalah Ethereum. Jika Bitcoin kerap diposisikan sebagai digital gold, maka Ethereum berperan sebagai tulang punggung ekosistem decentralized finance (DeFi) dan smart contract.
Sebagai blockchain yang menopang ribuan aplikasi terdesentralisasi, mulai dari stablecoin dan nonfungible token (NFT) hingga berbagai protokol DeFii, Ethereum memiliki nilai utilitas yang jauh melampaui fungsi sebagai aset penyimpan nilai.
Meski demikian, sikap regulator terhadap ETF Ethereum pada awalnya cenderung lebih berhati-hati karena adanya keraguan apakah Ethereum layak diklasifikasikan sebagai komoditas atau justru sebagai sekuritas.
Pada Mei 2024, sejumlah ETF Ethereum berbasis kontrak berjangka (futures) resmi memperoleh lampu hijau dari regulator. Tak berselang lama, pada Juli 2024, ETF spot Ethereum akhirnya menyusul mendapatkan persetujuan.
Secara total, hampir 3 juta ETH kini berada dalam kepemilikan ETF. Angka ini menunjukkan, keterlibatan institusi dalam ekosistem Ethereum berada pada level tertinggi sepanjang sejarah.
ETF Ethereum spot yang telah mendapatkan persetujuan, di antaranya:

ETF Solana Spot
Kebangkitan Solana, yang ditopang oleh jaringan berkecepatan tinggi, skalabilitas besar, dan ekosistem DeFi yang berkembang pesat, mendorongnya sebagai altcoin besar pertama (di luar Bitcoin dan Ethereum) yang memperoleh persetujuan ETF spot.
SEC secara resmi menyetujui ETF Solana spot pertama di AS pada Oktober 2025, dengan sejumlah dana mulai diluncurkan dan diperdagangkan pada November 2025. Tonggak ini mengukuhkan Solana sebagai kelas aset yang kredibel dan layak investasi bagi keuangan tradisional.
ETF Solana spot yang telah mendapatkan persetujuan, di antaranya:

ETF XRP Spot
Meski sempat berada di bawah sorotan regulator terkait status hukumnya, XRP menyusul Solana dengan cepat. Pada akhir 2025, SEC menyetujui pengajuan ETF XRP spot pertama.
Salah satu peluncuran paling menonjol adalah Canary Capital XRP ETF (XRPC). Diluncurkan pada November 2025, XRPC mencatat volume perdagangan hari pertama tertinggi untuk ETF baru pada 2025, dengan arus masuk hampir $250 juta pada hari pertama.
Minat terhadap ETF XRP juga sangat besar, yang terlihat dari banyaknya pengajuan yang masuk ke SEC sejak akhir 2024 hingga 2025. Berikut daftar ETF XRP spot yang masih menunggu persetujuan.
1. Bitwise XRP ETF
Diajukan: Oktober 2024
Detail: Bitwise mengajukan formulir S-1, menjadi proposal ETF XRP AS pertama
2. 21Shares Core XRP ETF
Diajukan: November 2024
Detail: 21Shares (berbasis di Swiss) mengajukan S-1 untuk ETF spot XRP
3. WisdomTree XRP ETF
Diajukan: Desember 2024
Detail: WisdomTree mengajukan formulir S-1 untuk ETF XRP spot yang direncanakan tercatat di Cboe BZX Exchange
4. Grayscale XRP ETF (Konversi Trust ke ETF Spot)
Diajukan: Januari 2025
Detail: Grayscale mengajukan konversi XRP Trust miliknya (mengelola $16,1 juta per Januari 2025) menjadi ETF XRP spot di NYSE Arca
5. CoinShares XRP ETF
Diajukan: Januari 2025
Detail: CoinShares, perusahaan investasi kripto Eropa, mengajukan formulir S-1 untuk ETF XRP spot
6. ProShares XRP ETF
Diajukan: 17 Januari 2025
Detail: ProShares mengajukan formulir S-1 untuk ETF XRP spot, bersama tiga produk investasi terkait XRP lainnya
7. Teucrium XRP ETF
Diajukan: 21 Januari 2025
Detail: Teucrium mengajukan formulir S-1 untuk ETF XRP spot
8. MEMX XRP ETF
Diajukan: Februari 2025
Detail: Bursa sekuritas MEMX mengajukan ETF XRP di bawah kategori Commodity-Based Trust
9. Volatility Shares XRP ETF
Diajukan: 10 Maret 2025
Detail: ETF spot yang dirancang untuk melacak harga XRP secara langsung
10. Franklin Templeton XRP ETF
Diajukan: 11 Maret 2025
Detail: Franklin Templeton (AUM > $1,5 triliun) mengajukan formulir S-1 dan 19b-4, dengan Coinbase Custody sebagai kustodian
ETF Litecoin Spot
Canary Litecoin ETF, yang diajukan Oktober 2024, sudah mulai diperdagangkan di Nasdaq pada Oktober 2025. Usia panjang LTC, likuiditas tinggi, dan kematangan pasar membuatnya memenuhi banyak kriteria utama SEC.
Pada Januari 2025, Grayscale Investments juga mengajukan konversi Grayscale Litecoin Trust (LTCN), dengan aset kelolaan sekitar $127,4 juta, menjadi ETF LTC spot yang akan tercatat di NYSE Arca.
Selain itu, di bulan yang sama, CoinShares ikut mengajukan formulir S-1 untuk ETF Litecoin spot yang diperdagangkan di Nasdaq, dengan unit penerbitan berbentuk basket berisi 5.000 saham.
ETF Hedera Spot
ETF Hedera spot dari Canary Capital mulai resmi diperdagangkan di Bursa Efek New York (NYSE), 29 Oktober 2025. Tonggak sejarah ini menjadikan Hedera sebagai salah satu dari sedikit mata uang kripto yang memperoleh ETF spot yang diatur di AS, sekaligus menjadi tonggak baru masuknya Hedera ke ranah keuangan mainstream.
ETF-ETF Kripto yang Menunggu Persetujuan SEC
ETF Cardano (ADA)
Meski memiliki fondasi yang solid, peluang persetujuan ETF Cardano masih menghadapi tantangan signifikan. Hambatan utama datang dari ketiadaan pasar futures ADA yang teregulasi di AS, faktor yang selama ini menjadi salah satu prasyarat penting bagi SEC dalam menilai mekanisme pengawasan pasar (market surveillance).
Upaya konkret menuju ETF terlihat melalui pengajuan Grayscale Cardano Trust yang diajukan pada Februari 2025. Dalam pengajuan tersebut, NYSE Arca mengajukan formulir 19b-4 kepada SEC untuk mencatatkan dan memperdagangkan produk ini dengan ticker GADA, sebagai langkah awal konversi trust menjadi ETF spot.
ETF Avalanche (AVAX)
VanEck menjadi salah satu manajer aset yang lebih dulu mengambil posisi dengan mengajukan VanEck Avalanche ETF pada Maret 2024. Pengajuan ini dilakukan melalui pendaftaran formulir S-1 untuk ETF Avalanche spot.
Meski demikian, belum adanya sinyal kuat dari SEC membuat AVAX tertinggal dibandingkan altcoin lain seperti Solana dan Cardano yang telah lebih dulu membangun preseden regulasi. Untuk saat ini, peluang persetujuan ETF AVAX dinilai relatif rendah.
ETF Aptos (APT)
Bitwise melakukan pengajuan Bitwise Aptos ETF pada Maret 2025. Sebelumnya, Bitwise telah mendaftarkan entitas trust di Delaware pada Februari 2025, lalu melanjutkannya dengan pengajuan formulir S-1 ke SEC. Dalam struktur ETF ini, Coinbase Custody ditunjuk sebagai kustodian aset, memberikan lapisan kredibilitas tambahan dari sisi infrastruktur.
ETF Sui (SUI)
Canary Capital mengajukan Canary Sui ETF pada Maret 2025 melalui pendaftaran formulir S-1 ke SEC, setelah sebelumnya mendaftarkan entitas trust di Delaware. Langkah ini menempatkan Sui dalam radar awal regulator, meskipun peluang persetujuannya masih sangat terbatas.
ETF MOVE
Pengajuan REX-Osprey MOVE ETF dilakukan oleh Rex Shares bersama Osprey Funds melalui formulir S-1 pada 10 Maret 2025. Saat ini, ETF tersebut masih menunggu pengakuan formulir 19b-4 dari SEC agar dapat masuk ke tahap peninjauan resmi.
Peluang persetujuan ETF MOVE dinilai rendah, mengingat MOVE masih tergolong aset muda dengan likuiditas institusional yang terbatas serta belum memiliki pasar derivatif yang matang. Faktor-faktor ini membuat SEC cenderung lebih berhati-hati.
ETF Koin Meme
Selama ini koin meme dipandang sebagai aset yang sangat spekulatif dan bertumpu pada sentimen komunitas, bukan fundamental ekonomi yang kuat. Namun, meningkatnya kepercayaan regulator, yang terlihat dari persetujuan ETF Solana dan XRP, memberikan harapan bagi koin meme untuk mencoba masuk ke ranah produk keuangan teregulasi.
ETF Dogecoin (DOGE)
Likuiditas yang kuat, dukungan luas dari exchange global, serta basis pengguna yang aktif menjadikan Dogecoin kandidat paling rasional untuk produk institusional di kategori koin meme.
Minat institusional terhadap DOGE tercermin dari beberapa pengajuan ETF sekaligus. Rex Shares dan Osprey mengajukan Rex Shares Osprey Dogecoin ETF pada Januari 2025. Di saat yang sama, Grayscale mengajukan konversi Dogecoin Trust privat menjadi ETF spot yang akan tercatat di NYSE Arca di bawah aturan Commodity-Based Trust Shares.
Bitwise juga mengambil langkah agresif dengan mendaftarkan entitas trust di Delaware pada 23 Januari 2025 dan mengajukan formulir S-1 ke SEC lima hari kemudian. Bitwise mendorong ETF ini ke tahap peninjauan resmi melalui pengajuan 19b-4 oleh NYSE Arca pada awal Maret 2025.
Analis ETF Bloomberg, Eric Balchunas, memperkirakan peluangnya mencapai sekitar 75 persen. Jika disetujui, ETF Dogecoin berpotensi menjadi titik balik penting yang mengubah persepsi koin meme menjadi instrumen investasi arus utama.
ETF TRUMP
Token TRUMP melonjak popularitasnya pada akhir 2024 ketika budaya meme bertemu langsung dengan polarisasi politik. Fenomena ini kemudian mencapai tahap yang lebih ekstrem ketika Rex Shares mengajukan Rex Shares TRUMP ETF pada 21 Januari 2025.
Proposal ini berencana mengalokasikan 80 persen atau lebih asetnya ke token TRUMP atau derivatif yang terkait dengannya. Pengajuan ini menjadi salah satu pengajuan ETF paling tidak lazim sepanjang 2025.
ETF BONK
Rex Shares ETF BONK diajukan pada 21 Januari 2025 dengan BONK sebagai aset dasar. Meski begitu, dari sudut pandang regulator, BONK masih kalah legitimasi dibanding altcoin dengan utilitas yang lebih jelas dan ekosistem yang lebih matang. Karena itu, peluang persetujuan ETF BONK dinilai rendah dalam jangka pendek hingga menengah.
Namun, dampak potensialnya tidak bisa diremehkan. Jika ETF BONK disetujui, hal ini berisiko membuka “kotak Pandora” bagi ETF koin meme lain seperti PEPE atau FWOG untuk masuk ke pasar ETF dan memperluas spektrum aset spekulatif dalam sistem keuangan teregulasi.
ETF PENGU
PENGU merupakan token resmi dari koleksi NFT Pudgy Penguins, salah satu NFT paling dikenal secara global. Canary Capital mengajukan Canary PENGU ETF pada Maret 2025, yang saat ini masih berada pada tahap awal melalui pengajuan formulir S-1.
Struktur ETF ini sangat tidak biasa, dengan alokasi 80–95 persen pada token PENGU, 5–15 persen pada NFT Pudgy Penguins secara langsung, serta sisanya pada ETH dan SOL untuk menjaga likuiditas.
Jika disetujui, Canary akan menjadi ETF pertama di AS yang secara langsung memegang NFT sebagai bagian dari portofolionya. Hal ini membuka peluang bagi koleksi NFT lain seperti Bored Ape Yacht Club atau Azuki untuk masuk ke pasar global.
Meski demikian, peluang persetujuan ETF PENGU dinilai rendah karena SEC belum pernah menyetujui ETF yang memegang aset non-fungible, dan masih terdapat banyak pertanyaan mendasar terkait metode valuasi, mekanisme kustodi, serta likuiditas NFT.


