Founder Glassnode Isyaratkan Bitcoin Berpotensi Sentuh Harga $84.000

Volubit.id β€” Bitcoin (BTC) mengalami kenaikan harga tajam dalam perdagangan 24 jam terakhir. Data CoinMarketCap per 16 Mei 2024 siang WIB, harga BTC naik ke kisaran $66.000 per keping atau naik sekitar 7%.

Kenaikan ini juga menandai keberhasilan Bitcoin melakukan breakout terhadap downtrend harian yang terjadi sejak awal April lalu. Sebelumnya, BTC terus memperlihatkan tren penurunan setelah menyentuh harga kisaran $72.000 pada 9 April.

Founder Glassnode Jan Happel dan Yana Allemann melalui akun Twitter bersama mereka, Negentropic, mengatakan harga BTC berpotensi naik ke angka $84.000 bila dapat melanjutkan tren positif. Harga BTC sendiri terkerek setelah Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat (AS) bulan April diumumkan turun dan penjualan ritel yang melesu.

Walau demikian, Negentropic menyiratkan titik tersebut tak akan langsung disentuh. BTC mesti terlebih dahulu melewati dua checkpoint, yakni di kisaran $66.000 yang dilanjutkan $69.000.

Kenaikan BTC ini juga diikuti oleh sebagian besar altcoin dengan kapitalisasi pasar besar, termasuk Ether (ETH) dan BNB masing masing naik 3,5% dan 2,9%. Sedangkan lonjakan harga tertinggi diperlihatkan Solana (SOL) dan Near Protocol (NEAR) di mana masing-masing naikΒ  belasan persen.

Lompatan BTC dan sejumlah altcoin ini memicu euforia dan spekulasi ihwal altseason. Sejumlah trader memandang kenaikan tersebut akan menjadi awal dari reli altcoin yang dikenal sebagai altseason. Namun data Tradingview memperlihatkan dominasi BTC masih kuat dan bahkan naik dalam 24 jam terakhir dari 55,65% menjadi 56%. Peningkatan dominasi menandakan arus masuk duit investor masih terkonsentrasi kepada BTC ketimbang aset lain.

Sebelumnya, Negentropic menyatakan penurunan dominasi BTC dapat menjadi pemantik bagi reli altcoin. Dia menyarankan untuk berfokus kepada altcoin kategori artificial intelligence (AI) lantaran ada sejumlah event yang akan menjadi katalis makro pergerakan token AI.

Kemungkinan kenaikan harga ini sebelumnya diproyeksi trader lain yang menggunakan pseudonim Rekt Capital di Twitter. Dia melihat ada potensi Bitcoin akan naik seturut siklus pullback yang terjadi sejak awal 2023. Dari empat siklus sebelumnya yang dia amati, harga BTC bisa naik lantaran telah berada di treshold periode menuju rebound.

Dia juga mendemontrasikan adanya zona bahaya yang telah dilewati BTC berkaca pada siklus halving 2016. Menurutnya, BTC akan melewati zona bahaya tersebut setelah halving terlaksana. Menurut tren 2016, zona bahaya tersebut berlangsung selama 21 hari dan bila sejarah berulang, makan zona bahaya longsor harga BTC kemungkinan berakhir pada 13 Mei lalu.

Pada 2016, titik bottom penurunan pasca halving mencapai 17%, sedangkan penurunan terjauh pasca halving 2024 ada di kisaran 6% saat BTC menyentuh harga $58.600 pada 1 Mei lalu.

Laporan CPI AS sendiri kerap menjadi indikator makro yang digunakan untuk melihat potensi pergerakan aset kripto. Laporan ini juga menjadi cerminan laju inflasi di AS. Data yang dirilis The Fed Kamis dini hari WIB mencatat pertumbuhan CPI bulanan sebesar 0,3% , lebih rendah dari CPI Maret 0,4%. Laju inflasi tahunan juga menunjukkan sedikit penurunan menjadi 3,4%, sesuai dengan ekspektasi pasar dan lebih rendah dibandingkan dengan angka kenaikan tahunan 3,5% pada bulan Maret.

Laporan tersebut mendorong para investor untuk meningkatkan ekspektasi mereka terhadap kemungkinan penurunan suku bunga di bulan Juli. Data CME FedWatch memperlihatkan probabilitas pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) The Fed meningkat dari 26,4% sehari sebelumnya menjadi 28,3%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *