Volubit.id — Amerika Serikat (AS) mulai menunjukkan sinyal semakin serius terhadap adopsi aset kripto, khususnya Bitcoin (BTC). Sejumlah kebijakan baru, dorongan politik, serta dinamika internal di Federal Reserve memunculkan spekulasi negara adidaya tersebut tengah bersiap mengambil langkah lebih jauh dengan menjadikan Bitcoin sebagai salah satu pilar strategis dalam sistem keuangan nasional. Namun di balik perkembangan itu, posisi Ketua Federal Reserve Jerome Powell disebut-sebut ikut terancam.
Peluang bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed) untuk kembali memangkas suku bunga pada 2025 dinilai semakin kecil. Situasi ini memicu spekulasi baru mengenai siapa yang akan ditunjuk Presiden AS Donald Trump sebagai Ketua The Fed berikutnya ketika masa jabatan Jerome Powell berakhir tahun depan.
Salah satu nama yang mencuat adalah Kevin Hassett, sosok yang kini menjadi favorit di kalangan pelaku industri kripto.
Dalam beberapa pekan terakhir, Hassett, yang merupakan penasihat Trump sekaligus mantan penasihat exchange kripto Coinbase, muncul sebagai kandidat terkuat. Ia dinilai lebih “dovish” atau cenderung mendukung kebijakan moneter yang lebih longgar.
Pada Selasa, 18 November 2025, lalu Trump mengungkapkan, ia telah mewawancarai sejumlah kandidat Ketua The Fed berikutnya. Meskipun masa jabatan Powell baru berakhir pada Mei 2026, Trump menegaskan, ia sudah memiliki jagoannya sendiri.
Trump menyebut ada beberapa nama yang mengejutkan dan beberapa nama yang sudah banyak dibicarakan publik. “Mungkin kami akan memilih nama yang umum disebut-sebut,” katanya. Pernyataan tersebut dipandang sebagai sinyal positif bagi Hassett.
Di platform prediksi Polymarket, peluang Hassett menjadi Ketua The Fed melonjak signifikan. Sebelumnya berada di angka 13%, kini peluangnya naik menjadi sekitar sepertiga.
Dalam laporan keuangan terkait penunjukannya sebagai Direktur National Economic Council awal tahun ini, Hassett diketahui memiliki saham Coinbase yang sudah vested dengan nilai antara $1 juta–$5 juta.
Hassett menjadi bagian dari dewan penasihat Coinbase, bersama mantan anggota Kongres, pejabat pemerintah, dan strategi politik senior dari Partai Republik maupun Demokrat. Status saham yang sudah vested mengindikasikan, ia memperoleh saham tersebut sebagai kompensasi atas pekerjaannya. Dokumen tersebut juga mencatat ia menerima gaji sebesar $50.001 dari Coinbase.
Sepanjang 2025, Trump berulang kali mengkritik The Fed karena dianggap terlalu lambat memangkas suku bunga. Ia bahkan kembali menyerang Powell dan menyebutnya sebagai orang “bodoh” dan “orang yang tidak pintar.”
Di sisi lain, Hassett memiliki rekam jejak panjang dalam mendukung suku bunga yang lebih rendah. Kebijakan ini cenderung positif bagi pasar kripto. Namun, tidak jelas apakah ia akan mendukung pemangkasan suku bunga agresif seperti yang diinginkan Trump.
Arah Kebijakan Kripto AS
Perubahan besar dalam arah kebijakan kripto AS mulai terlihat ketika Trump mengambil langkah drastis dengan memecat mantan Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), Gary Gensler. Gensler selama ini dikenal sebagai figur yang ketat dan sering kali dianggap anti-kripto oleh pelaku industri. Banyak proyek kripto besar yang selama masa kepemimpinannya menghadapi gugatan, pembatasan, atau ketidakpastian regulasi.
Keputusan Trump mengganti Gensler tentunya bukan pergantian pejabat biasa, melainkan sinyal politik yang kuat pemerintahan ingin bergerak ke arah yang berbeda. yakni lebih ramah terhadap aset digital. Sosok yang kemudian mencuat sebagai figur penting dalam masa transisi ini adalah Paul Atkins, mantan komisaris SEC yang dikenal pro-pasar dan terbuka terhadap inovasi finansial, termasuk kripto. Atkins berperan sebagai motor awal dalam membentuk pendekatan baru SEC terhadap aset digital.
Menurut pernyataan sejumlah mantan pejabat senior pemerintahan, langkah mengganti Gensler merupakan langkah penting untuk menyelesaikan beragam isu yang selama bertahun-tahun menghambat perkembangan industri aset digital dan teknologi ledger terdistribusi di AS. Banyak aturan yang tumpang tindih, penindakan yang dianggap berlebihan, serta ketiadaan kerangka regulasi yang jelas, yang telah menciptakan iklim yang tidak bersahabat bagi investasi dan inovasi kripto.
Respons politik terhadap pergantian ini juga disampaikan Wakil Presiden AS J. D. Vance, yang menegaskan pemerintahan kini memiliki komitmen tegas untuk menata ulang institusi pengawas keuangan. Ia secara eksplisit menyatakan pemerintah akan menyingkirkan semua regulator yang menentang kripto.
Tak hanya pemerintah federal. Bahkan pemerintah negara bagian pun sudah bergerak. Texas Strategic Bitcoin Reserve kini resmi tercatat sebagai cadangan kripto pertama di antara negara bagian di AS. Pada 20 November 2025, Texas membeli sejumlah Bitcoin untuk cadangan negara, melalui ETF milik BlackRock, iShares Bitcoin Trust (IBIT).
Menurut pernyataan resmi, total alokasi dana yang disetujui untuk cadangan ini mencapai $10 juta. Namun di tahap awal, Texas menggunakan $5 juta sebagai langkah pertama melalui IBIT, sementara mereka menyiapkan infrastruktur kustodi dan penyimpanan sendiri untuk Bitcoin jangka panjang.
Polymarket Jadi Contoh Integrasi Kripto ke Sistem Keuangan Resmi
Selain merombak kepemimpinan lembaga pengawas, pemerintah kini mulai membuka pintu integrasi perusahaan kripto ke dalam sistem keuangan konvensional.
Polymarket, pasar prediksi terbesar di dunia, resmi mendapatkan izin baru dari U.S. Commodity Futures Trading Commission (CFTC) untuk mengoperasikan platform perdagangan terintermediasi (intermediated trading platform). Persetujuan ini diberikan melalui Amended Order of Designation, yang menempatkan Polymarket di bawah seluruh persyaratan yang berlaku bagi bursa AS yang diatur secara federal.
Dengan izin ini, Polymarket kini dapat menggandeng perusahaan pialang (brokerage) dan pengguna secara langsung, serta memfasilitasi perdagangan di platform berbasis Amerika Serikat. Perusahaan juga diizinkan membuka akses perdagangan terintermediasi, serta memungkinkan pengguna untuk bertransaksi melalui Futures Commission Merchants (FCM) dan memanfaatkan infrastruktur pasar tradisional, layanan kustodian, hingga jalur pelaporan resmi.
Polymarket juga dilaporkan telah menyiapkan sistem pengawasan yang lebih kuat, kebijakan supervisi pasar, prosedur kliring, dan kemampuan pelaporan regulasi. Selain itu, perusahaan akan menerapkan aturan serta proses tambahan yang diperlukan untuk perdagangan terintermediasi sebelum peluncuran resmi.
Polymarket tetap berada di bawah seluruh ketentuan Commodity Exchange Act dan peraturan CFTC yang berlaku bagi Designated Contract Markets, termasuk kewajiban pengawasan mandiri.


