Volubit.id — Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, baru saja memperkenalkan protokol kriptografi baru bernama GKR, singkatan dari Goldwasser–Kalai–Rothblum, yang diambil dari nama tiga ilmuwan yang pertama kali mengusulkan konsep ini.
Dalam panduan teknis yang ia bagikan di blog pribadinya, Buterin menjelaskan bagaimana GKR dapat membuat proses zero-knowledge proof atau ZK proof menjadi jauh lebih cepat, efisien, dan hemat sumber daya.
Teknologi ini bisa menjadi langkah besar bagi Ethereum, karena ZK proof merupakan dasar bagi solusi privasi dan skalabilitas seperti ZK-rollup, yang memungkinkan transaksi diproses di luar blockchain utama dan hanya mengirimkan bukti ringkas ke jaringan Ethereum.
A GKR tutorial:https://t.co/Oo7jraC4sy
— vitalik.eth (@VitalikButerin) October 20, 2025
Apa Itu GKR?
GKR pertama kali diperkenalkan pada 2015, namun kini kembali mencuri perhatian berkat penyempurnaan yang membuatnya jauh lebih optimal. Buterin menyebut GKR sebagai cost-effective and fast family of prover protocol, yang menjadi tulang punggung kecepatan dan efisiensi dalam sistem zero-knowledge modern.
Inti dari GKR terletak pada cara kerjanya yang berbeda dari sistem tradisional seperti STARKs. Pada sistem lama, setiap langkah dalam perhitungan perlu “di-commit” (commitment) ke dalam struktur kriptografi, misalnya Merkle tree atau KZG commitment, yang bisa menggunakan ratusan operasi hash hanya untuk memproses satu byte data.
GKR menawarkan pendekatan baru, yakni hanya melakukan commitment pada input dan output, tanpa perlu mencatat setiap langkah perhitungan di antaranya. Dengan mengabaikan lapisan-lapisan perantara, proses proving jadi jauh lebih ringan dan cepat.

Buterin menggambarkan proses commitment ini seperti memasukkan data ke dalam “wadah” kriptografi yang memungkinkan siapa pun untuk memverifikasi bagian tertentu dari data tanpa perlu melihat keseluruhan isi.
Cara Kerja GKR
Mekanisme inti GKR disebut sumcheck, metode matematis yang memungkinkan prover (pembuat bukti) dan verifier (pemeriksa bukti) memeriksa perhitungan kompleks dengan hanya melihat sebagian kecil data yang dipilih secara acak. Dengan cara ini, proses verifikasi tetap akurat, tapi jauh lebih efisien.
Meski demikian, Buterin menegaskan GKR bukan sistem “zero-knowledge” secara langsung. Protokol ini berfokus pada efisiensi (succinctness), bukan privasi.
Jika ingin menambahkan lapisan privasi, GKR bisa dibungkus dalam sistem ZK-SNARK atau ZK-STARK, dua teknologi yang sudah populer di dunia kriptografi untuk menjaga kerahasiaan data.
Dalam uji coba yang ia lakukan, Buterin menunjukkan implementasi GKR yang mampu memproses jutaan fungsi hash Poseidon2 secara paralel. Algoritma ini banyak digunakan dalam blockchain dan bahkan dalam sistem kecerdasan buatan (AI).
Secara teori, GKR bisa mengurangi beban komputasi hingga 15 kali lipat dibanding STARK konvensional. Sementara hasil pengujian di dunia nyata menunjukkan peningkatan efisiensi mendekati 10 kali lipat.
Artinya, sistem berbasis GKR bisa melakukan verifikasi kriptografi dalam skala besar dengan biaya dan kebutuhan hardware yang jauh lebih rendah.
Dampak untuk Ethereum, Blockchain, dan AI
GKR dirilis beberapa pekan setelah Buterin menyoroti kemajuan tim Lean Ethereum, yang sedang mengembangkan zkVM minimalis untuk skalabilitas jangka panjang.
Menurut Buterin, GKR bisa menjadi fondasi baru bagi teknologi seperti zkEVM dan zkML, yang memungkinkan pembuktian operasi di Layer 2 (L2) dan verifikasinya di Ethereum Layer 1 (L1).
Dengan kata lain, GKR membuka peluang untuk menghadirkan transaksi lebih cepat, biaya lebih rendah, dan keamanan yang tetap terjaga, bukan hanya untuk Ethereum, tapi juga untuk sistem berbasis kriptografi secara umum.
Selain di blockchain, GKR juga memiliki potensi besar dalam dunia machine learning. Dalam konteks zk-ML inference, GKR bisa digunakan agar model AI besar dapat membuktikan hasil prediksi mereka benar tanpa harus mengungkap data latih yang digunakan.
Hal ini dinilai penting untuk menjaga privasi data dalam penerapan AI di sektor yang sensitif seperti kesehatan atau keuangan.
Selain memperkenalkan GKR, Buterin juga baru-baru ini menyoroti proyek Kohaku, fork dari Ambire yang berfokus pada keamanan wallet kripto.
Langkah ini memperlihatkan komitmen Buterin terhadap prinsip yang ia pegang sejak awal, yakni keamanan dan privasi harus menjadi prioritas utama, bukan kenyamanan jangka pendek.
Pandangan ini sejalan dengan kebijakannya dalam mempertahankan antrean unstaking selama 45 hari di Ethereum.
Keputusan yang mungkin terasa lambat bagi sebagian pengguna, tapi penting untuk menjaga kepercayaan dan stabilitas jaringan dalam jangka panjang.



FROM CLASSROOM
TO THE MOON
Jadilah bagian dari kelas kripto eksklusif pertama di Bandung
Daftar sekarangMEMBERSHIP
Jadilah bagian dari kelas kripto eksklusif pertama di Bandung
Daftar sekarang