Volubit.id — Harga emas global (XAU) tengah tergelincir tajam, mencatat salah satu penurunan harian terbesar dalam lima tahun terakhir. Pada perdagangan 21 Oktober 2025, harga spot emas jatuh lebih dari 5,3℅ ke level $4,125 per ons, hanya sehari setelah menembus rekor tertinggi di $4,260. Lonjakan yang menakjubkan itu kini berubah jadi kejatuhan mendadak, menandai pergeseran besar di pasar yang selama berbulan-bulan dikuasai oleh euforia “safe haven”.
Bitcoin (BTC) sempat menanjak cepat dari $108 ribu ke $114 ribu hanya dalam hitungan jam pada malam 21 Oktober. Pergerakan cepat itu terjadi ketika emas mulai jatuh, seolah terjadi arus rotasi aset secara spontan dari logam mulia ke aset digital berisiko tinggi. Namun lonjakan itu tak bertahan lama. Pada pagi 22 Oktober, harga BTC terkoreksi kembali ke kisaran $108 ribu, mencerminkan pola klasik pump and dump di tengah volatilitas tinggi dan aksi spekulatif menjelang keputusan suku bunga The Fed.
Ethereum (ETH) mengikuti hampir persis pergerakan tersebut. Koin terbesar kedua itu memantul dari $3,830 hingga mencapai $4,103, sebelum akhirnya ikut tergelincir kembali ke bawah. Momen pump and dump di pasar kripto ini membuat banyak pelaku pasar tak habis pikir dan mempertanyakan apa gerangan yang jadi pemicu di baliknya.
Which pattern is this? pic.twitter.com/SfuuvLlzxq
— Kyle Chassé / DD🐸 (@kyle_chasse) October 22, 2025
Reli emas sendiri sudah terjadi selama tahun 2025,didorong oleh kombinasi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, ketegangan geopolitik, dan meningkatnya minat dari bank sentral serta dana kekayaan negara. Namun setelah reli parabolik itu, banyak pelaku pasar menilai harga emas sudah terlalu mahal untuk ukuran aset pelindung nilai.
Koreksi tajam ini pun menjadi momen ambil untung besar-besaran. Dan seperti sering terjadi, setiap arus keluar dari aset defensif selalu mencari pelarian baru. Arus uang itu diharapkan sebagian mengalir ke dunia kripto, erutama ke Bitcoin.
Sejak pertengahan Agustus lalu Bitcoin sempat tertinggal jauh dibandingkan emas. Rasio BTC terhadap emas (BTC/gold ratio) turun hampir 30% dari 37 ke 25, atau level terendah sejak April 2025. Dalam periode yang sama, Bitcoin anjlok sekitar 12% sementara emas justru meroket hampir 30%.
Lembaga riset Bitwise bahkan mengingatkan bahwa walau potensi rotasi dari emas ke Bitcoin besar, efek jangka pendek bisa sangat fluktuatif. Mereka menghitung bahwa perpindahan dana sebesar 3% hingga 4% dari pasar emas global senilai $17 triliun bisa menggandakan harga Bitcoin. Tapi di sisi lain, ketika profit-taking terjadi terlalu cepat, seperti lonjakan dan penurunan harga BTC dalam 24 jam terakhir, pasar bisa kembali ke pola lama: euforia sesaat diikuti kepanikan mendadak.
Jika volatilitas Bitcoin terus berlanjut sementara emas gagal memantul, pasar bisa jadi memasuki fase baru di mana “safe haven” tradisional kehilangan pesonanya, dan aset digital berisiko tinggi seperti Bitcoin mulai mengambil panggung utama meski dengan risiko naik dan turun secepat kilat.



FROM CLASSROOM
TO THE MOON
Jadilah bagian dari kelas kripto eksklusif pertama di Bandung
Daftar sekarangMEMBERSHIP
Jadilah bagian dari kelas kripto eksklusif pertama di Bandung
Daftar sekarang